Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Agus Noor

Pelahap Kenangan

Agus Noor Kau bisa dengan mudah mengenali orang-orang yang hidup dalam kenangan. Mereka selalu terlihat murung. Tahukah kau, karena dalam kepala mereka ada belatung yang perlahan-lahan menggerogoti kenangan mereka. Tapi mereka tak pernah menyadarinya. Kenangan memang seperti peta buta, yang bisa membuat kita tersesat di dalamnya. Aku pernah melihat orang yang terperosok dalam kenangannya yang mengerikan. Orang-orang bahkan selalu merasa bergidik setiap ada yang menceritakan kembali apa yang terjadi padanya. Ia dianggap menghasut buruh untuk melakukan pemogokan, lalu terjadi kerusuhan di pabrik garmen tempatnya bekerja. Sebuah gudang terbakar. Aparat menciduknya. Sebulan setelahnya ia dipulangkan dengan ambulan. Tubuhnya nyaris lumpuh, dan ingatannya kosong. Ia tak bisa mengingat apa yang terjadi, atau memang tak ingin mengingatnya. Orang-orang hanya menduga-duga berdasarkan desas-desus: selama diinterogasi kepalanya dibenamkan dalam karung berisi pasir, dan kemudian dihajar deng...

Lelucon Para Koruptor

Agus Noor Ada yang tak disampaikan ketika ia masuk penjara: mesti menyiapkan banyak lelucon. Mungkin Join Sembiling SH lupa soal itu. Pengacara yang menangani kasusnya itu hanya mengatakan kalau ia tak usah terlalu khawatir selama menjalani 8 tahun masa tahanannya karena segala sesuatunya sudah ada yang atur dan urus. “Percayalah, penjara bukanlah tempat yang menyeramkan bagi koruptor,” katanya setengah tertawa. Kehilangan kebebasan, bagaimanapun membuatnya merasa tertekan. Ia membayangkan kehidupan yang begitu membosankan dan akan mati kesepian. Tapi pengacara berpenampilan perlente itu, yang sudah menangani puluhan kasus korupsi, menenteramkannya, “Anggap saja kau hanya pindah tempat tidur. Kau tetap bisa menjalankan bisnismu dan menikmati hal-hal yang kau sukai seperti biasanya.” Ia kini benar-benar percaya dengan semua yang dikatakan pengacaranya. Ia tak perlu pusing memikirkan kebutuhan hidup bulanan istrinya karena sudah ada yang menanggung, juga biaya sekolah anak-anakny...