YUSRI FAJAR Masyarakat multikultural dengan pluralitas identitas dan etnisitas sering direpresentasikan dalam karya sastra. Narasi ketegangan dan kedamaian diartikulasikan oleh para sastrawan sebagai hasil pengamatan terhadap konstelasi dan dinamika manusia yang dipenuhi perpecahan di satu sisi, dan kebersamaan serta kerukunan di sisi lainnya. Konflik berlatar perbedaan etnik, agama, dan aliran kepercayaan, stratifikasi sosial dan kepentingan ekonomi yang menginspirasi dan menjadi pilihan tematik beberapa sastrawan menunjukkan kritik para sastrawan terhadap ketidakmampuan menerima perbedaan. Sementara kerukunan di tengah perbedaan dikisahkan sastrawan untuk merepresentasikan harmoni sebagai dampak toleransi dan negosiasi antarbudaya yang bisa dengan baik dilakukan. Pada konteks ini, karya-karya sastra menjadi medium menyuarakan dan mengingatkan kebinekaan, menyemaikan arti toleransi, dan menjadi jembatan yang menghubungkan pemikiran serta sikap kritis sastrawan dengan publik. B...