Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Supartika

Dolag Melukis Tuhan

Supartika Si tua bangka Dolag menaruh kanvas lukis berukuran 90 x 50 sentimeter di atas potongan kayu yang disandarkannya pada tembok. Ia pandangi kanvas itu sebelum akhirnya menyeringai, memperlihatkan giginya yang ompong di bagian depan dan sisanya berwarna kuning kehitaman. Kumisnya yang memutih sedikit terangkat, maklum kini ia telah memasuki usia kepala tujuh. Dolag beranjak ke meja yang berada di dekat pintu, mengambil dua kaleng cat warna merah dan hitam serta tiga buah kuas dengan ukuran bervariasi. Duduk di depan kanvas, menaruh cat, dan ia kembali menyeringai sambil membayangkan sesuatu yang akan muncul dari kanvas di depannya jika tangannya telah mulai menggoreskan kuas berisi cat. Perlahan dan pasti ia buka tutup kedua kaleng cat itu dan tutupnya ditaruh di samping masing-masing kaleng cat dengan kondisi tengadah. Cat merah ia tuangkan pada tutup kaleng yang kemudian disusul dengan cat hitam. Ia ambil kuas yang berukuran sedang dan mulai mencelupkannya pada cat merah...

Sepotong Tulang dengan Daging Kering yang Menempel di Sisinya

Supartika Kau tahu? Waktu itu, anak itu masih sangat kecil. Belum bisa bilang mama-papa, dan seharusnya baru bisa bilang ”abaabaaba” walaupun sepanjang aku di sana ia tak pernah mengeluarkan suara atau lebih tepatnya suaranya tak mau keluar. Jika kau berada di sana waktu itu, maka kau akan menemukan ia yang kurus kering dan mengap-mengap di pangkuan ibunya tanpa ada suara yang keluar sedikit pun dari mulutnya. Ya, ibunya dengan pandangan mata sayu duduk di atas batu di samping pintu masuk gubuknya yang nyaris tak berbentuk tempat tinggal manusia sambil memangku anak itu. Dinding gubuk yang terbuat dari bambu yang dibelah telah berlubang di sana-sini. Bahkan dari lubang dinding gubuknya itu, bisa masuk dengan bebas seekor anjing gemuk. Ia yang seharusnya waktu itu berbobot empat kilo lebih sebagaimana anak normal seumurannya, namun ia mungkin hanya memiliki bobot sekilo kurang. Dan mungkin lebih ringan dari berat anak anjing yang baru lahir kemarin. Dengan kulit kehitaman, tangann...