Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ahimsa Marga

Bapak

Ahimsa Marga Usiaku baru 8 tahun ketika ibu melarangku mbeksa.*) Padahal baru saja aku bisa naik kendi kosong, mengatur keseimbangannya sambil mbeksa dan memutarnya ke arah delapan mata angin. Tapi kegembiraan bisa menguasai Beksan Bondan, langsung dipupus oleh ibu. ” Ndhuk , mulai sekarang kamu tidak usah ikut latihan nari lagi di sana.” Aku tidak tahu alasannya. Toh kursus beksa itu tidak bayar. Lagipula, bukannya ibu yang mendorongku belajar mbeksa ? Ibuku dulu penari Gambyong*) di pendopo kewedanan, begitu bisik-bisik yang kutangkap dari kanan-kiri. Di situ Ibu bertemu laki-laki yang katanya adalah ayahku. Di kamarku ada potret laki-laki tak kukenal tetapi tak pernah mengusik keingintahuanku. Suatu hari sepulang sekolah, kulihat ibu bercakap-cakap dengan seorang laki perlente. Wajahnya halus, sedikit diangkat, menunjukkan dia berasal dari keluarga yang berbeda dengan kami. Ibu bersikap sangat hormat pada laki-laki yang dipanggilnya ”Ndoro” itu. Ketika melihatku, laki-l...

Biyung

AHIMSA MARGA Semalam Biyung datang lagi dalam mimpinya. Seperti waktu-waktu lalu, kali ini pun Biyung hanya tersenyum, memandangnya dengan mata yang pendarnya seperti cahaya timur. Sekar kangen, Biyung… Tapi Sekar tak mampu menatap Biyung lama-lama. Matanya terhalang silau cahaya. Dia ingin memeluk Biyung erat-erat seperti di masa kanak-kanak, saat dia merasa takut kehilangan Biyung. Dia ingin menaruh kepalanya di pangkuan Biyung seperti dulu, kalau sedang sedih. Biyung seperti tahu apa pun yang terjadi pada Sekar, sejak Sekar kecil. Dia tak pernah mengusiknya dengan pertanyaan. Sepanjang hidupnya, Sekar tak pernah bicara tentang apa pun yang sedang dihadapinya. Tetapi, anehnya Biyung selalu tahu. Dalam surat pendek yang dituliskan tetangga setiap bulan setelah Sekar mengirim wesel, kadang tertulis antara lain, ”… Biyung melihat kamu sedang ndak keruan Ndhuk. Kemarin Biyung caos dahar, nyala menyannya mobat-mabit ndak karuan… ” Kali lain, Biyung hanya menanyakan, ”Ka...